NADIKABAR.COM β PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), bagian dari holding BUMN PT Danareksa (Persero), bekerja sama dengan Hangzhou Economic and Technological Development Area (HEDA) untuk memperluas peluang investasi sektor hijau, digital, dan manufaktur berteknologi maju di KEK Industropolis Batang.
Kerja sama tersebut dituangkan melalui nota kesepahaman yang ditandatangani dalam rangkaian BRICS SEZ Hangzhou Dialogue dan Global Digital Trade Expo (GDTE) 2026 di Hangzhou, China.
βHarapannya dengan kerja sama ini membuka platform yang lebih luas lagi untuk kita bisa kerja sama di bidang investasi, tentunya untuk menarik investasi dari negara-negara BRICS, dan yang penting kita bisa mendapatkan transfer of knowledge,β kata Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT KITB Angga Brahmana Sukma dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
Kerja sama KITB dan HEDA mencakup lima bidang, yakni dukungan operasional dan bisnis, promosi investasi dan perdagangan, pertukaran kebijakan dan pengalaman, penyelenggaraan kegiatan bisnis bersama, serta peningkatan kapasitas pengelolaan kawasan.
Sektor yang menjadi bagian dari promosi investasi meliputi ekonomi digital, pembangunan hijau dan energi, kesehatan, serta manufaktur peralatan berteknologi maju.
Kerja sama tersebut juga berkaitan dengan sektor prioritas yang dikembangkan di Industropolis Batang, antara lain kendaraan listrik dan rantai pasoknya, otomotif, energi terbarukan dan industri hijau, elektronik, manufaktur berteknologi maju, serta digital dan komunikasi.
Menurut KITB, Pemerintah Distrik Qiantang di Hangzhou juga menyatakan kesiapan memfasilitasi penjajakan penanaman modal asal China ke Indonesia, termasuk pembahasan kerja sama lanjutan pada sektor biofarmasi.
KITB turut menjajaki kolaborasi dengan Hangzhou Qiantang Center for Contemporary Internationalization Studies dan China Center for Cooperation on SEZs in BRICS Countries untuk memperluas jejaring promosi investasi kawasan.
Angga mengatakan Industropolis Batang menjadi satu-satunya perwakilan Kawasan Ekonomi Khusus dari Indonesia yang menandatangani nota kesepahaman dengan kawasan ekonomi di China dalam rangkaian forum tersebut.
Hingga September 2026, KITB mencatat komitmen investasi di Industropolis Batang mencapai Rp114,5 triliun.
Salah satu investasi yang telah masuk ke kawasan tersebut berasal dari PT LBM Energi Baru Indonesia senilai sekitar Rp1,5 triliun di atas lahan seluas 31,72 hektare.
Investasi tahap pertama tersebut sebelumnya diproyeksikan menyerap hingga 1.000 tenaga kerja.
Industropolis Batang adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) seluas 4.300 hektare di Jawa Tengah, dikelola oleh KITB di bawah Danareksa dan didukung Danantara Indonesia.
KEK Industropolis Batang secara resmi ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2025 di wilayah Kecamatan Subah, Banyuputih, dan Gringsing, Kabupaten Batang.
Kegiatan usahanya meliputi produksi dan pengolahan, logistik dan distribusi, serta pariwisata.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, ekonomi Kabupaten Batang pada triwulan II-2026 tumbuh 8,38 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 7,74 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, BPS Kabupaten Batang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 sebesar 5,07 persen, lebih rendah dibandingkan 5,67 persen pada Agustus 2024.
Melalui kerja sama dengan HEDA, KITB berharap dapat memperluas jejaring investasi internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang industri, teknologi, dan integrasi rantai pasok antara Indonesia dan China.