NADIKABAR.COM — Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne (KJRI Melbourne), Australia, menyelenggarakan Festival Indonesia 2026 untuk mempromosikan seni budaya, kuliner Nusantara, serta produk UMKM dari berbagai daerah di Indonesia kepada penduduk setempat.

Acara yang digelar di Federation Square, Sabtu (24/10), tersebut dihadiri lebih dari 6.000 pengunjung. Pada tahun ini, festival itu mengusung tema “Discover Your Neighbour’s Endless Wonders” untuk mengajak masyarakat Australia mengenal lebih dekat kekayaan dan keragaman Indonesia sebagai negara tetangga terdekatnya.

“Festival Indonesia adalah sebuah immersion program (program imersi/pengenalan),” ujar Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Sejumlah kesenian yang ditampilkan antara lain Tari Kecak, Reog, pencak silat, angklung, permainan anak tradisional, membatik, hingga paduan suara lagu-lagu Nusantara. Selain itu, beragam kuliner asal nusantara juga disajikan dalam festival tersebut, termasuk sate, bakso, pempek, rendang, dan aneka jajan pasar khas Nusantara.

Terdapat pula enam stan yang menjajakan sejumlah produk UMKM Indonesia, salah satunya tenun Tanimbar khas Maluku dan aneka kerajinan dari Sulawesi Utara.

“Di sini, masyarakat Australia kami ajak untuk merasakan langsung a glimpse of Indonesia (sekilas tentang Indonesia), melihat, mendengar, mencicipi, dan ikut ambil bagian dalam budaya Indonesia, tanpa harus meninggalkan Melbourne,” kata Yohannes.

Penyelenggaraan Festival Indonesia di Melbourne telah berlangsung selama 13 tahun. Festival tersebut berlangsung melalui kerja sama KJRI Melbourne dengan Indonesia Inc.

“Selama 13 tahun, Festival Indonesia tumbuh dari kerja kolaborasi berbagai komunitas Indonesia di Victoria. Kami ingin warga Melbourne mengenal Indonesia bukan sekadar tujuan wisata, tetapi tetangga dengan kekayaan budaya tanpa batas,” kata Chairperson Festival Indonesia Inc. Celyanda Goeltom.

Selain memperkenalkan budaya Tanah Air, KJRI Melbourne juga memanfaatkan festival itu untuk menyosialisasikan layanannya, termasuk Kami Ada (kamiada.org), situs dua bahasa Inggris–Indonesia untuk meningkatkan kesadaran mengenai kekerasan dalam rumah tangga di kalangan Warga Negara Indonesia (WNI) di Negeri Kanguru.

Inisiatif tersebut mendapatkan pujian dari Anggota Dewan Kota Melbourne Gladys Liu dan diharapkan dapat menginspirasi komunitas multikultur lainnya di Australia.

Terdapat sekitar 1,78 juta perjalanan wisatawan Australia ke Indonesia sepanjang 2025–2026, dengan sebagian besar dari mereka berlibur ke Bali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan bahwa Australia merupakan penyumbang wisatawan mancanegara terbesar bagi provinsi tersebut sepanjang tahun lalu.

Sebelumnya, dalam peluncuran Australia–Indonesia Partnership for Economic Development (PROSPERA) di Jakarta, Kamis (22/10), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto berharap jumlah wisatawan Australia yang mengunjungi destinasi wisata di luar Bali meningkat.

“Masih banyak destinasi lain yang perlu dikunjungi oleh wisatawan Australia. Oleh karena itu, kami ingin mendorong penambahan penerbangan langsung regional antara kota-kota di Indonesia dan Australia,” ucap Airlangga.