Sejumlah isu yang menjadi sorotan antara lain tata kelola data lintas batas, regulasi dan akses pasar, hingga identitas digital dan keamanan siber.
Dalam forum tersebut, perusahaan teknologi identitas digital asal Indonesia, Privy ID, juga akan hadir bersama sejumlah perusahaan keamanan siber Australia yang telah merambah pasar global, seperti CyberCert, Palo Alto Networks, DHI-AI, dan Guardware.
Sebelumnya, dalam peluncuran Australia–Indonesia Partnership for Economic Development (PROSPERA) di Jakarta, Kamis (22/10), Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Penny Wong mengatakan bahwa perdagangan bilateral antara Indonesia dan Australia telah meningkat tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir.