NADIKABAR.COM — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Shanghai fokus untuk menarik investasi dari wilayah delta Sungai Yangtze yang berada di China bagian timur.
"Kawasan 'Yangtze River Delta', dengan Shanghai sebagai salah satu pusat utamanya, memiliki posisi penting sebagai mitra ekonomi Indonesia," kata Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir.
Dinamika hubungan ekonomi kedua negara selama beberapa dekade telah menghasilkan basis kerja sama yang semakin luas dan perlu terus dikembangkan ke arah investasi yang lebih strategis, katanya.
Menurut keterangan tertulis KJRI Shanghai yang diterima ANTARA di Beijing, Sabtu, Berlianto menyampaikan hal tersebut dalam forum bisnis bertajuk "Building the Future Together: Strategic Investment Opportunities in Indonesia" di Shanghai, Jumat (18/9).
Forum bisnis itu dihadiri sekitar 92 orang peserta termasuk berbagai pelaku usaha dari sektor energi, kawasan industri, teknologi, asosiasi pengusaha dan lainnya.
Delta Sungai Yangtze sendiri adalah kawasan yang berada di muara sungai terpanjang di Asia, Sungai Yangtzhe. Wilayah itu termasuk Provinsi Jiangsu, Zhejiang, Anhui, dan Jiangxi serta Kota Shanghai yang merupakan wilayah kerja KJRI Shanghai.
"Sejauh ini, kerja sama ekonomi Indonesia-China dibangun dengan menekankan pada investasi strategis, berorientasi teknologi, berkelanjutan, dan bernilai tambah untuk kemakmuran bersama, serta pengembangan SDM," tambah Berlianto.
Berlianto menyebut nilai perdagangan Indonesia-China pada 2025 mencapai 154,58 miliar dolar AS sedangkan dalam tujuh bulan pertama 2026 sudah mencapai 100,04 miliar dolar AS.
Sementara dari sisi investasi, China menjadi salah satu sumber investasi asing utama Indonesia dengan nilai investasi China pada 2025 mencapai 7,5 miliar dolar AS di sektor hilirisasi, kendaraan listrik, energi hijau dan industri terkait.
Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun yang turut hadir pada forum tersebut menyebut ambisi Indonesia untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045 membutuhkan investasi berkelanjutan, kemajuan teknologi, dan pengembangan industri bernilai tambah tinggi termasuk yang berasal dari China.
Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan Kementerian Luar Negeri Daniel Tumpal Sumurung Simanjuntak yang memberikan sambutan melalui sambungan video conference mengatakan investasi di Indonesia dapat menjadi pintu masuk bagi perusahaan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi regional.
"Untuk meningkatkan kemitraan dengan China, saya mendorong investor China untuk menggabungkan investasi yang dilakukan di Indonesia dengan transfer teknologi, pelatihan vokasi, kemitraan untuk riset, dan integrasi yang lebih dalam dengan industri lokal Indonesia," kata Daniel.
Dalam forum bisnis itu juga digelar dua diskusi panel. Diskusi pertama bertajuk Archipelago of Opportunity: Co-Building the Eco-Industrial Future in Green Grids and Smart Industries dimana dibahas perihal peluang pembangunan ekosistem industri yang lebih hijau dan terintegrasi di Indonesia.
Selanjutnya panel kedua bertema The Smart Archipelago: Capital Architecture for Hyper-Scale Data Centers membahas peluang Indonesia dalam pengembangan infrastruktur digital berskala besar.
Forum tersebut juga menjadi wadah bagi pelaku usaha yang telah berinvestasi di Indonesia untuk berbagi pengalaman mengenai peluang maupun tantangan dalam menjalankan bisnis di Indonesia.