NADIKABAR.COM β Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan penanaman pohon sebagai upaya mempercepat rehabilitasi hutan dan lahan kritis sekaligus memperkuat adaptasi dan mitigasi perubahan iklim akibat bencana hidrometeorologi.
βPenanaman pohon bertujuan memulihkan fungsi lingkungan, meningkatkan tutupan vegetasi, serta memperkuat kemampuan lahan menyerap air guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi,β kata Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat Ferdinal Asmin di Padang, Rabu.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Gerakan Penanaman Serentak dalam rangka Public Awareness Pemulihan Hutan dan Lahan di Sumbar di Kelurahan Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Rabu.
Ia mengatakan pemulihan kawasan hutan dan lahan perlu menjadi perhatian bersama melalui penanaman pohon secara berkelanjutan guna menjaga keseimbangan tata air dan meningkatkan daya dukung lingkungan dalam menghadapi ancaman bencana.
"Pemulihan tutupan lahan perlu dilakukan secara berkelanjutan karena keberadaan vegetasi membantu meningkatkan penyerapan air hujan dan mengurangi limpasan permukaan. Upaya ini diharapkan dapat menekan risiko serta dampak bencana bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan rehabilitasi tersebut dilaksanakan melalui berbagai skema, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan dengan dukungan pendanaan APBD, APBN, program Folu Net Sink 2030 serta program Result Based Payment (RBP) yang didukung KKI Warsi.
Ia mengatakan selain tanaman kehutanan, pemerintah daerah juga menyediakan bibit tanaman produktif seperti durian, manggis, alpukat, petai, jengkol, dan kopi agar pemulihan lingkungan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.