NADIKABAR.COM β Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Konservasi Indonesia (KI) mengungkapkan urgensi pembentukan Kawasan Konservasi Skala Besar atau Large-Scale Marine Protected Area (LSMPA) di Laut Banda dan perairan barat Sumatra.
βSebagian besar kawasan konservasi laut di Indonesia berukuran kecil dan berfokus di wilayah pesisir pantai, maka dari itu kawasan konservasi laut berskala besar memiliki peran strategis untuk melindungi keanekaragaman hayati laut, menjaga konektivitas habitat, serta melindungi ekosistem dan habitat laut dalam yang penting bagi keberlanjutan fungsi ekologis laut,β kata Direktur Konservasi Ekosistem KKP Firdaus Agung dalam agenda Sosialisasi Kajian Pengembangan Large-Scale Marine Protected Area, dari keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Kajian menunjukkan Laut Banda menyimpan kekayaan hayati laut dalam yang tinggi, terdiri dari 397 jenis karang, lebih dari 100 jenis ikan dan, 44 jenis hewan laut di perairan dalam, termasuk beberapa yang belum pernah tercatat sebelumnya. Adapun perairan barat Sumatra merupakan salah satu wilayah tangkap paling produktif di Indonesia dengan produksi tertinggi di Sumatera Barat.
Keduanya disebut sama-sama menghadapi tekanan penangkapan yang menjadi dasar perlunya pengelolaan berbasis kawasan.
Lebih lanjut, kajian LSMPA dinilai menjadi dasar penting untuk mengisi kesenjangan perlindungan laut yang didominasi kawasan dekat pantai, sehingga memenuhi dasar perlindungan laut berskala besar yang mencakup ekosistem lepas pantai dan laut dalam masih terbatas.
Senior Vice President and Executive Chair Konservasi Indonesia Meizani Irmadhiany menerangkan bahwa Laut Banda mempunyai karakteristik yang unik karena terhubung langsung dengan alur migrasi ikan dan laut dalam.