NADIKABAR.COM β€” Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng 13 mitra dunia usaha dan dunia industri untuk memperkuat kompetensi dan memperluas kesempatan kerja bagi lulusan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta, di Jakarta, Selasa, mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan pembelajaran, peningkatan kompetensi, dan penyerapan lulusan.

Ia menjelaskan keterlibatan industri diperlukan untuk mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan kompetensi yang diajarkan di lembaga pendidikan vokasi.

Melalui kemitraan tersebut, industri diharapkan berkontribusi dalam penyelenggaraan pemagangan, rekrutmen, serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi di sektor kelautan dan perikanan.

β€œPembangunan sumber daya manusia kelautan dan perikanan membutuhkan sinergi pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dunia industri, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Nyoman.

KKP telah membentuk Ocean Institute of Indonesia (OII) melalui penggabungan 11 perguruan tinggi dan politeknik di bawah kementerian tersebut sebagai bagian dari transformasi pendidikan kelautan dan perikanan.

Saat ini, terdapat sekitar 5.955 peserta didik pendidikan vokasi kelautan dan perikanan di lingkungan OII, yang terdiri atas 5.074 peserta pendidikan tinggi dan 881 peserta pendidikan menengah.

Nyoman menjelaskan KKP akan mengembangkan sistem informasi dan jejaring penempatan kerja, baik di dalam maupun luar negeri, serta memperkuat peran alumni dalam peningkatan kompetensi dan pengembangan kewirausahaan.

Ia menambahkan KKP juga akan mengevaluasi secara berkala kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan pasar kerja.