Trenggono menjelaskan Pengambengan dipilih sebagai lokasi pengembangan pusat perikanan karena Pelabuhan Benoa dinilai sudah tidak sesuai untuk dikembangkan sebagai pelabuhan perikanan.
Menurutnya, kawasan Benoa lebih tepat diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata, termasuk dengan keberadaan kawasan mangrove di sekitarnya.
Karena itu, pemerintah menggeser pengembangan pelabuhan perikanan ke Pengambengan dengan konsep yang lebih modern dan terintegrasi.
Trenggono mengatakan konsep tersebut juga mengacu pada pengalamannya melihat sejumlah pelabuhan perikanan di berbagai negara, termasuk di Eropa, Australia, Jepang, Turki, hingga Vigo (Spanyol).
Ia menekankan pentingnya aspek kebersihan dan pengelolaan limbah dalam pembangunan pelabuhan perikanan. Karena itu, fasilitas industri yang berada di sekitar kawasan pelabuhan juga harus terintegrasi dengan sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baik.