Menurutnya, kondisi bangkai saat ditemukan menjadi salah satu kendala dalam proses identifikasi. Tubuh paus tersebut sudah dalam posisi terbalik dan mengalami pembusukan, sehingga sulit diamati secara menyeluruh.

Selain itu, keterbatasan peralatan di lapangan membuat petugas tidak dapat membalikkan tubuh paus untuk melihat bentuk fisiknya secara utuh, terutama bagian kepala yang menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengenali jenis paus.

"Kondisi tubuh yang sudah membengkak dan melunak akibat pembusukan juga menyulitkan pengamatan karakteristik fisik satwa tersebut," ujarnya.