NADIKABAR.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengoptimalkan keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan dan pendapatan nelayan pesisir, dengan menargetkan kenaikan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dari 103 menjadi 130 pada 2027.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSKP) KKP RI Yudi Nurul Ihsan dalam kegiatan Bulan Bakti KKP ke-38 di KNMP Desa Sukorahayu, Kabupaten Lampung Timur, Rabu, mengatakan sepanjang 2025 hingga 2026, sebanyak 100 KNMP telah selesai dibangun dan mulai beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, lanjutnya, di Kabupaten Lampung Timur, fasilitas tersebut berada di Desa Sukorahayu dan Desa Margasari.

Menurut Yudi, keberadaan KNMP diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan, menekan biaya produksi, menjaga kualitas hasil tangkapan, serta mendorong peningkatan harga jual ikan.

"Kehadiran KNMP ini untuk memenuhi kebutuhan nelayan, menekan biaya produksi, meningkatkan hasil tangkapan, dan menjaga kualitas hasil tangkapan. Kalau kualitas hasil tangkapan bagus, harga jual menjadi tinggi. Target kami, dengan adanya KNMP ini, NTN nelayan naik dari 103 menjadi 130," ujarnya.

Ia mengatakan, KKP juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur untuk mendukung peningkatan pendapatan nelayan, terutama dalam mengatasi kendala infrastruktur jalan dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Berdasarkan hasil dialog dengan nelayan Desa Sukorahayu, perbaikan jalan dan ketersediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.

"Untuk jalan, kami akan bersurat kepada Pemerintah Daerah Lampung Timur untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Untuk SPBN, sementara nelayan bisa menggunakan SPBU umum," katanya.