NADIKABAR.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut ekspor udang Indonesia masih cenderung stagnan pada 2025 dengan pertumbuhan volume sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam pertemuan Towards Sustainable and Conversion-free Aquaculture in Southeast Asia (TOSCA) di Jakarta, Kamis, Direktur Ikan Air Payau KKP Fernando Jongguran Simanjuntak mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi peningkatan daya saing industri udang nasional.
Menurut Fernando, industri udang masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti tingginya harga pakan, penyakit, kondisi lingkungan, serta tuntutan keamanan pangan dan keberlanjutan di pasar global.
Ia mengatakan isu tarif resiprokal pada 2025 turut menekan harga udang di dalam negeri, dengan penurunan harga hampir Rp11.000 per ukuran. Tekanan juga terjadi akibat isu kontaminasi Cesium-137 yang sempat menghambat ekspor udang Indonesia.