NADIKABAR.COM — Kerja sama perikanan Indonesia dan China melalui skema Technical Cooperation Guidelines (TCG) melibatkan 669 tenaga kerja Indonesia dalam pengoperasian 33 kapal perikanan berbendera Indonesia di Wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718 atau perairan Arafura.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dikutip dari keterangan di Jakarta, Minggu, mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi Indonesia melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Salah satu awak kapal, Mualim I KM SMMRF 88 Erwin Agung Triono mengatakan program tersebut memberikan kesempatan bagi awak kapal untuk meningkatkan pengalaman dan keterampilan di bidang perikanan.
Dia berharap program kerja sama tersebut dapat berlanjut, sehingga pengalaman yang diperoleh awak kapal saat ini dapat mendukung regenerasi sumber daya manusia kelautan dan perikanan.
Nelayan asal Kebumen, Jawa Tengah, Marito mengatakan program tersebut juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sektor perikanan.