Langkah tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah dalam proyek Towards Sustainable and Conversion-free Aquaculture in Southeast Asia (TOSCA) yang diarahkan untuk mendorong budi daya udang yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.

Proyek yang didanai Global Environment Facility (GEF) melalui Asian Development Bank (ADB) tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem bisnis budi daya udang yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada konversi ekosistem.

Selain penelusuran pakan, Gemi mengatakan KKP juga mendorong pengembangan bahan baku alternatif untuk mengurangi ketergantungan industri pakan terhadap tepung ikan yang berasal dari hasil tangkapan laut.

KKP antara lain tengah menguji pemanfaatan ikan gabus sebagai salah satu sumber alternatif bahan baku tepung ikan. Hasil pengembangan tersebut nantinya akan diuji sebagai bahan pakan udang di sejumlah lokasi revitalisasi tambak, seperti di Aceh, Lampung, dan Bali.

Gemi mengatakan validitas data produksi udang menjadi penting seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan produksi udang nasional dan memperkuat industri budi daya dari hulu hingga hilir.