NADIKABAR.COM — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meninjau langsung kebakaran yang terjadi di TPA Putri Cempo Solo. KLH menyebut salah satu faktor yang diduga memicu kebakaran karena adanya gas metana di tumpukan gunungan sampah.

"Gas metananya, betul itu adalah salah satu penyebab kebakaran, bahan yang mudah terbakarnya. Musim kemarau ini memang kering bagian atas, jadi kalau tersulut api, memang cepat itu menyala," kata Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Noer Adi Wardojo, ditemui di TPA Putri Cempo, Kamis (3/9/2026).

Apalagi, komposisi gunungan yang berada di TPA Putri Cempo juga ditambah sampah kering seperti plastik, tekstil, dan karton yang menumpuk di permukaan selama musim kemarau. Sehingga, material-material tersebut mudah terbakar.

"Tetapi juga material-material sampahnya ada di situ kan bekas eh plastik, ada tekstil, karton, macam-macam. Musim kemarau ini memang kering bagian atas. Jadi kalau tersulut api, memang cepat itu, eh, menyala. Nah, jadi ini situasi itu eh ada faktor bahwa selain metana yang juga harus diperhatikan," ungkapnya.

Noer menegaskan bahwa KLH mendorong pengendalian gas metana di TPA Putri Cempo.