NADIKABAR.COM — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii mendesak operasi pengangkatan KM Virgo Transport 8 dilakukan segera. Meski begitu, Basarnas menjelaskan faktor penyulit dalam operasi pengangkatan KM Virgo.

"Yang kita lihat kondisi kapal (KM Virgo) panjangnya hampir 120 m, lebarnya 21 m dengan tinggi kira-kira 18 m dalam kondisi kebalik dan dia juga sudah menyentuh di tanah. Mungkin ini juga ada faktor-faktor kesulitan sendiri sehingga tidak semudah itu langsung bisa diapungkan kemudian dibalik," ujar Syafii usai pembukaan the 13th ASEAN Transport SAR Forum and ASEAN SAR Exercise 2026 di Jogja, Selasa (29/8/2026).

Syafii mengatakan, pihaknya juga membuka kemungkinan melibatkan negara lain dalam teknis pengapungan KM Virgo sebelum ditarik. Jika proses pengapungan sudah selesai, menurutnya, proses penarikan tak membutuhkan waktu lama.

"Untuk proses pengapungan juga kita kemarin sempat komunikasi mungkin akan melibatkan negara yang memiliki kemampuan itu," ungkap Syafii.

"Kalau misalkan semuanya sudah terseting dengan baik, proses itu sebenarnya tidak terlalu lama. Karena yang jelas proses awalnya adalah pengapungan dulu, diangkat, kemudian baru dipasang belt, jadi kapal itu dikelilingi belt baru ditaruh dari kedua belah sisi," urainya.

Syafii menjelaskan operasi salvage bisa memakan waktu lama bahkan hingga 3 tahun. Ia mencontohkan proses salvage kapal kapal pesiar besar bisa memakan waktu sampai 3 tahun.

"Contoh kecelakaan kapal pesiar Concordia, Itali kalau tidak salah. Ternyata proses salvaging karena itu memang kapal pesiar membutuhkan waktu sampai 3 tahun. Tapi kalau kapal itu kecil mungkin 1 hari bisa langsung dibalik," paparnya.

Syafii menerangkan kewenangan operasi salvage sendiri sesuai undang-undang berada di pihak asuransi dalam hal ini perusahaan asuransi pelayaran P&I (Protection and Indemnity). Ia mendesak operasi ini dilakukan segera.

"Karena kita tahu di dalam kapal masih ada korban, kita meminta bahwa amanah undang-undang itu bisa dilaksanakan secepat-cepatnya," jelas Syafii usai pembukaan the 13th ASEAN Transport SAR Forum and ASEAN SAR Exercise 2026 di Jogja, Selasa (29/8/2026).

"Dengan harapan untuk bisa kita laksanakan evakuasi atau pencarian dan evakuasi seluruh korban yang berada dalam kapal," sambungnya.

Terkait operasi salvage, Syafii mengatakan, dari pihak perusahaan asuransi dari awal sebenarnya sudah kooperatif dan juga sudah melaksanakan observasi. Dari observasi itu dinyatakan bahwa operasi Salvage itu memungkinkan untuk dilakukan.

"Setelah diobservasi, kita fasilitasi waktu itu, dari pihak asuransi untuk melihat kondisi dan dipastikan asuransi bisa untuk melakukan tindakan salvage," ujar Syafii.

"Entah itu nanti akan ditarik atau dibalik dulu baru yang pasti diapungkan dulu, apakah langsung ditarik atau dibalikkan dan itu yang sedang kita dorong untuk bisa segera dilaksanakan. Sehingga kita yakinkan bahwa di dalam kapal ini mudah-mudahan seluruh korban bisa kita evakuasi," imbuhnya.