"Jadi latihan tanggap darurat bukan ditunjukkan untuk keberhasilan tapi untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan agar dapat dilakukan penyempurnaan," ujarnya.
KNKT kata Soerjanto pernah melakukan simulasi tanggap darurat di kapal, namun banyak kendala yang ditemukan baik ketika simulasi kebakaran, penggunaan jaket pelampung, dan juga minimnya kapal penolong.
Pada saat simulasi kebakaran kata dia, petugas mengalami kendala ketika akan menggunakan selang hidran, karena tidak bisa digunakan dengan baik sebab terdapat sejumlah hambatan terutama saat muatan penuh.
Tidak hanya itu, kata Soerjanto untuk memakai pakaian anti api juga memerlukan waktu kurang lebih lima sampai delapan menit dan harus berdua.