NADIKABAR.COM — Koalisi Arab menuduh Houthi menyerang sebuah gardu listrik di Madinah dalam insiden yang terjadi Selasa (29/9) pukul 05.11 waktu setempat.

"Investigasi dan bukti yang dikumpulkan oleh otoritas terkait telah mengonfirmasi keterlibatan kelompok milisi Houthi dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan tersebut berdasarkan evaluasi setelah kejadian dan puing-puing pesawat nirawak yang digunakan," kata Juru Bicara Koalisi Arab, Mayor Jenderal Turki Al Malki, Kamis (1/10).

Menurut Al Malki, salah satu transformator di gardu listrik tersebut mengalami kerusakan, tetapi jaringan listrik tidak terdampak. Serangan tersebut menargetkan fasilitas sipil yang memasok listrik ke Masjid Nabawi di Madinah, katanya.

Sementara itu, Juru Bicara kelompok Houthi membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan yang tidak ada kaitannya dengan kenyataan, menurut kantor berita Saba.

Pada saat yang sama, Turki juga mengecam serangan yang dituduhkan dilakukan Houthi tersebut dan menyerukan penghentian segera dan tanpa syarat atas tindakan semacam itu, kata Kementerian Luar Negeri Turki.

"Serangan provokatif ini, yang mengancam kedaulatan dan keamanan Arab Saudi serta menargetkan warisan suci dunia Islam, harus segera dan tanpa syarat dihentikan. Kami menegaskan kembali dukungan kuat kami kepada Arab Saudi dan menekankan perlunya menahan diri dari langkah-langkah yang dapat semakin meningkatkan ketegangan di kawasan," kata kementerian tersebut.

Konflik militer antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali berlangsung pada pertengahan Juli setelah jeda selama empat tahun.

Selama periode tersebut, Houthi berhasil menguasai seluruh pesisir barat Laut Merah dan sejumlah kota di dekat Selat Bab al-Mandab.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan