NADIKABAR.COM — Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan ke ibu kota Sanaa pada Senin dini hari waktu setempat dengan mengeklaim telah menghancurkan dua peluncur rudal balistik yang digunakan oleh kelompok tersebut.
Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, mengatakan salah satu peluncur tersebut telah digunakan dalam serangan Houthi terhadap ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dalam beberapa jam terakhir.
Dalam unggahan di platform media sosial X, ia mengatakan koalisi terus melanjutkan operasi untuk membongkar jaringan rudal balistik milik Houthi.
Tentara Yaman pada Minggu (25/10) mengatakan pasukannya telah “melumpuhkan” sekitar 218 petempur Houthi dan komandan lapangan dalam 753 operasi selama 24 jam terakhir, serta menghancurkan atau merusak 78 kendaraan militer dan persenjataan.
Tentara mengatakan operasi tersebut menargetkan pusat komando garis depan, benteng pertahanan, posisi penembakan, konsentrasi pasukan, bala bantuan, dan kendaraan logistik sebagai bagian dari Operasi Fajar Yaman.
Serangan-serangan tersebut dilaporkan menghambat pergerakan bala bantuan Houthi yang menuju garis depan serta mendukung operasi penyergapan dan serangan darat yang dilakukan pasukan pemerintah.
Tentara Yaman tidak merinci jumlah korban tewas maupun luka-luka dari 218 orang yang disebut telah “dilumpuhkan”. Hingga kini, belum ada komentar langsung dari pihak Houthi.
Yaman telah dilanda konflik sejak kelompok Houthi merebut Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014, yang memicu koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Kelompok Houthi menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat Yaman, termasuk ibu kota Sanaa. Sementara itu, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional beserta pasukan sekutunya masih menguasai Aden dan sebagian besar wilayah selatan serta timur negara tersebut.
Namun, pertempuran yang kembali berkobar telah mengubah garis depan, terutama di sepanjang pesisir Laut Merah. Penguasaan atas sejumlah wilayah juga masih diperebutkan.
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan