NADIKABAR.COM — Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman yang dipimpin oleh Arab Saudi menyatakan bahwa serangan yang dilancarkan milisi Houthi ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, merupakan aksi terorisme sekaligus kejahatan perang yang nyata.
Juru Bicara Pasukan Koalisi Mayor Jenderal Turki Al Malki dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa serangan yang terjadi pada Sabtu (10/10) itu menyasar langsung terminal penumpang bandara dan mengakibatkan korban jiwa serta luka-luka.
"Serangan teroris pengecut oleh milisi Houthi di terminal penumpang Bandara Internasional King Khalid pada Sabtu, 10 Oktober 2026, menewaskan dan melukai sejumlah penumpang sipil serta staf bandara. Berdasarkan Hukum Humaniter Internasional, tindakan ini sepenuhnya merupakan kejahatan perang," tegas Al Malki.