NADIKABAR.COM — Koalisi pimpinan Arab Saudi menepis klaim kelompok bersenjata Houthi Yaman yang mengaku telah menyerang Ibu Kota Saudi, Riyadh. Koalisi itu menilai klaim Houthi tersebut "menyesatkan".
Dilansir AFP dan Al Jazeera, Minggu (4/10/2026), pernyataan juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, itu disampaikan pada Sabtu setelah Houthi mengklaim telah melancarkan serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) terhadap fasilitas minyak Aramco di dekat Riyadh.
Kelompok koalisi tersebut menyatakan serangan itu menyebabkan kebakaran besar di tengah meningkatnya pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah di Yaman.
Dalam pernyataan yang dimuat oleh media Saudi, Asharq Al-Awsat, Jubir koalisi tersebut menyebut Houthi "berupaya mengalihkan perhatian dari besarnya kerugian dan kemarahan publik yang kian membesar terhadap mereka".
Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman menyatakan telah menyerang target-target Houthi di seluruh Yaman di hari Minggu. Sementara pihak Houthi mengklaim serangan terhadap fasilitas minyak di dekat Riyadh.
Sebelumnya pada hari Sabtu, Houthi mengklaim telah menyerang sebuah lokasi di selatan Riyadh milik perusahaan minyak raksasa Saudi, Aramco. Klaim tersebut disampaikan melalui media yang berafiliasi dengan kelompok Houthi.
Dilansir AFP, Minggu (4/10/2026) juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan tersebut menyasar fasilitas Aramco menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone). Serangan berlangsung Sabtu (3/10) waktu setempat.
Seorang jurnalis AFP di lokasi kejadian melihat kobaran api dan kepulan asap membubung dari fasilitas tersebut, namun pihak berwenang Saudi belum memberikan komentar.