"Materi yang diujikan mencakup kesiapsiagaan tempur, peran tempur bahaya umum, penanggulangan kebakaran, penanganan kebocoran, evakuasi korban, hingga komunikasi taktis dan koordinasi antardepartemen," ujar Fachri.

Melalui uji tempur ini, setiap prajurit dituntut bertindak cepat, tepat, dan terukur sesuai standar operasional TNI AL. Pelaksanaan latihan pada 5-6 November 2026 tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat soliditas, kekompakan, dan naluri tempur prajurit di lapangan.

β€œMelalui pelatihan ini juga diharapkan dapat memperkuat soliditas dn naluri tempur prajurit,” ucapnya.