NADIKABAR.COM — Kodam/IX Udayana membantu PT. Pertamina (Persero) mengamankan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali menyusul kelangkaan BBM dan antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Pada prinsipnya, Kodam IX/Udayana mendukung langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pendistribusian BBM," kata Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf. Amrizal Nasution di Denpasar, Kamis.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah potensi perselisihan di tengah masyarakat.
Ia berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan tertib dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Disebutkan bahwa sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar situasi tetap aman dan kondusif.
Dukungan Kodam Udayana tersebut mengemuka setelah audiensi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri bersama staf dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IX/Udayana, Rabu (14/10).
Dalam audiensi itu, Pertamina memohon dukungan personel TNI untuk membantu pengamanan distribusi BBM di sejumlah SPBU di Bali.
Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban, membantu mengendalikan antrean kendaraan, serta mencegah perselisihan antara masyarakat maupun dengan petugas SPBU.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan dukungan terhadap upaya menjaga kelancaran distribusi BBM.
Menurutnya, dukungan pengamanan diharapkan dapat membantu menciptakan situasi yang tertib dan kondusif sehingga pelayanan kepada masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Sebelumnya, antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Bali dan memicu kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan stok BBM.
Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, seusai rapat bersama Gubernur Bali di Depo BBM Pesanggaran, Denpasar, Selasa (13/10) menjelaskan keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jadwal distribusi.
Menurut Simon, kapal tersebut mengalami kendala saat proses penjangkaran sehingga waktu kedatangannya bergeser dari jadwal yang telah direncanakan.
Kendala tersebut berdampak pada proses distribusi BBM ke sejumlah wilayah di Bali.
Simon menegaskan penjelasan mengenai kendala distribusi itu bukan untuk mencari pembenaran atas kondisi yang terjadi.
Ia pun meminta maaf atas peristiwa kelangkaan BBM yang terjadi di Bali beberapa hari terakhir.
Ia menekankan pentingnya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat agar kebutuhan BBM dapat terpenuhi dan distribusi kembali berjalan dengan baik.