Sementara itu, markas Kodim akan menggunakan fasilitas kantor KNPI yang dipinjamkan oleh Pemerintah Kabupaten Nabire. Dukungan tersebut membantu penyediaan fasilitas awal bagi satuan setelah pembentukan Kodam baru.

Menurut Vivin, penataan fasilitas satuan masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama untuk sejumlah lokasi yang belum ditetapkan secara permanen.

Ia mengatakan nama Mambruk diambil dari nama burung khas Papua yang dikenal memiliki mahkota di bagian kepala. Nama tersebut menjadi identitas Kodam XXIX yang berkedudukan di Papua Tengah.

Pembentukan Kodam XXIX/Mambruk merupakan bagian dari penataan organisasi TNI yang ditandai dengan peresmian enam Kodam baru, yakni di Kepulauan Riau, Yogyakarta, Maluku Utara, Papua Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Vivin mengatakan keberadaan Kodam baru harus diikuti dengan penguatan komunikasi dan kemanunggalan TNI dengan masyarakat Papua Tengah yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat.

β€œKebersamaan, komunikasi, serta kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi kekuatan yang sangat penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.