Rencana Indonesia menjadi tuan rumah kedua kompetisi tersebut bermula dari inisiatif Indonesia Pingpong League (IPL) yang mengajukan diri kepada ITTF pada 2025. Setelah memenuhi prosedur dan persyaratan, termasuk kewajiban lisensi penyelenggaraan, Indonesia memperoleh kesempatan menggelar kompetisi dalam kalender World Table Tennis (WTT).
Penyelenggaraan WTT Youth diharapkan membuka kesempatan bagi atlet muda Indonesia untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur kualitas permainan di tingkat internasional.
Hasil pertandingan dalam kompetisi tersebut juga akan tercatat dalam basis data pemeringkatan internasional sehingga dapat menjadi sarana bagi atlet untuk membangun rekam jejak dan meningkatkan peringkat dunia sebagai bekal menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden ITTF Petra SΓΆrling mengapresiasi peran NOC Indonesia dalam membantu menyelesaikan persoalan tata kelola tenis meja Indonesia yang telah berlangsung selama lebih dari 15 tahun.
Ia menyampaikan terima kasih atas komitmen dan kontribusi NOC Indonesia dalam mendorong penyelesaian persoalan tersebut sehingga memberikan kepastian bagi perkembangan tenis meja nasional.