"Kita juga harus meningkatkan koordinasi tim redaksi jajaran pemerintahan, dunia usaha dan masyarakat, agar langkah kita untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya," demikian amanat Kapolres.

Dalam amanat tersebut disampaikan, sepanjang Agustus 2026 karhutla terjadi di Kampung Bunsur seluas sekitar 7 hektare, Kampung Mengkapan sekitar 0,5 hektare, dan Kampung Penyengat sekitar 6 hektare yang telah berhasil dipadamkan. Sementara penanganan masih dilakukan di wilayah Kecamatan Koto Gasib dan Dayun.

Apel kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan, pembacaan ikrar kesiapsiagaan, pengecekan sarana-prasarana. Termasuk simulasi pemadaman sebagai bagian dari memastikan kesiapan seluruh unsur menghadapi potensi karhutla.

"Kesiapsiagaan bukan hanya saat api muncul. Kami terus memperkuat personel, sarana-prasarana, deteksi dini dan koordinasi dengan seluruh stakeholder agar ketika ada indikasi kebakaran, kita bisa segera bergerak bersama," ujar Teddy.

Menurutnya, upaya pencegahan juga tidak terbatas pada areal perusahaan. Ketika terdapat indikasi kebakaran di sekitar wilayah operasional, pihaknya langsung memberikan dukungan sesuai kapasitas dan kebutuhan di lapangan.

Salah satu penguatan deteksi dini dilakukan melalui pemantauan titik hotspot menggunakan Dashboard Lancang Kuning Polda Riau. Jika terdapat indikasi hotspot yang perlu diverifikasi, tim segera bergerak melakukan penyisiran untuk memastikan kondisi di lapangan dan merespons apabila ditemukan api.

Upaya tersebut diperkuat dengan patroli bersama tim gabungan dan masyarakat peduli api binaan sebagai bagian penting dalam pemantauan dan respons awal di tingkat tapak.