Koleksi serta konsep pameran yang digunakan juga banyak berkaitan dengan China karena kurator museum bekerja sama dengan pihak dari negara tersebut. Pengunjung kemudian bisa naik ke lantai dua. D
i sana terdapat area pameran seni yang berganti-ganti. Zona pameran di lantai dua, museum bekerja sama dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Ada pula area library yang digunakan untuk zona pameran.
Di area ini, Tahir Solo Museum bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia Surakarta. Untuk anak-anak, pengalaman di museum enggak cuma berhenti pada aktivitas melihat koleksi.
Tahir Museum juga menyediakan area STEM yang jadi bagian dari konsep masa depan. Di area STEM, anak-anak dapat mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan robot, drone, hingga teknologi dan sains. Konsep tersebut memang disiapkan agar museum terasa lebih interaktif dan bukan sekadar menjadi tempat melihat benda pajangan.
"Jadi kita bikin mereka (pengunjung) ke sini tuh lebih kayak taman wisata, jadi kita punya edukator yang interaktif, segala macam itu yang bikin beda museum kita sama museum yang lain," kata Operational Manager Tahir Solo Museum, Darryl Yusuf, kepada NadiKabar pada Jumat (28/08/2026).
Tahir Solo Museum tergolong sebagai museum baru karena diresmikan pada 25 Juli 2026. Di sini, terdapat fasilitas pendukung berupa kafetaria. Traveler dapat menemukan penjual kopi atau sekadar duduk dan beristirahat setelah keliling area museum.