"Fakta-fakta tersebut telah mengikis kepercayaan Kolombia terhadap Pemerintah Republik Islam Iran," menurut pernyataan Kemlu Kolombia.

Namun demikian, Pemerintah Kolombia menegaskan pemutusan hubungan diplomatik tersebut tidak mencakup pemutusan hubungan konsuler.

Kemlu Kolombia mengatakan layanan konsuler tetap berjalan sesuai ketentuan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik dan Konvensi Wina tentang Hubungan Konsuler.

Presiden baru Kolombia Abelardo de la Espriella mulai menjabat pada Agustus dan melakukan perubahan dalam kebijakan hubungan luar negeri negaranya.