NADIKABAR.COM β Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya waktu jeda bagi wartawan setelah menjalani peliputan berat guna menjaga kesehatan mental, mengingat profesi wartawan rentan terkena gangguan kesehatan jiwa.
"Wartawan itu memang potensi yang rentan terhadap gangguan mental disorder. Karena tiap hari harus menyerap berbagai informasi. Dan saya dulu mengalami bahwa memang tidak mudah," katanya dalam Cek Kesehatan Gratis bagi wartawan senior di Jakarta, Senin.
Meutya mengatakan, profesi wartawan memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan mental karena setiap hari harus menyerap berbagai informasi, termasuk ketika meliput peristiwa traumatis seperti konflik. Karena itu, ujar Meutya, perusahaan media perlu menerapkan praktik debriefing atau memberikan waktu bagi wartawan untuk memulihkan kondisi psikologis sebelum kembali menjalankan tugas peliputan yang berat.
Meutya menilai, dukungan tersebut penting agar wartawan memiliki kesempatan untuk memproses pengalaman setelah menjalankan penugasan yang berisiko memengaruhi kesehatan mental mereka.
Dia juga mengingatkan wartawan agar tidak menganggap pengakuan atas tekanan psikologis sebagai tanda kelemahan. Menurutnya, wartawan yang profesional perlu memahami batas kemampuan diri dan berani menyampaikan ketika membutuhkan waktu untuk beristirahat.
βWartawan yang handal itu tahu kapan berhenti. Wartawan yang cakap tahu limitasinya,β ujarnya.