Empat BTS bergerak itu disiapkan melalui koordinasi dengan operator seluler untuk memperkuat kapasitas layanan telekomunikasi, terutama dalam mengantisipasi peningkatan trafik komunikasi akibat konsentrasi pengunjung di kawasan sirkuit.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung keselamatan dan kelancaran balapan, komunikasi tim dan penyelenggara, penyiaran internasional, serta kenyamanan akses telekomunikasi bagi sekitar 200 ribu penonton yang diperkirakan hadir selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sekaligus Vice Chairman MotoGP 2026 Ananda Mikola menjelaskan kepada Meutya dalam kunjungannya bahwa dukungan frekuensi radio memiliki peran penting dalam berbagai aspek penyelenggaraan MotoGP.

Menurut Ananda, sistem telemetri pada sepeda motor balap membutuhkan komunikasi data untuk membantu tim teknis memantau dan menganalisis performa kendaraan, termasuk kondisi mesin, ban, suspensi, serta penggunaan gas dan rem.

β€œSaat motor melaju, berbagai data teknis harus dapat diterima dan dianalisis oleh tim secara langsung. Data dari mesin, ban, suspensi, hingga penggunaan gas dan rem menjadi bagian penting dalam analisis performa motor. Karena itu, sistem komunikasinya harus andal dan tidak boleh terganggu,” ujar Ananda.

Selain kebutuhan tim balap, dukungan frekuensi juga penting untuk komunikasi antara pengendali balapan atau race control dan petugas lintasan, termasuk dalam penyampaian informasi keselamatan ketika terjadi insiden.