"Kami mendorong Rusia untuk bersikap transparan dan berbagi lebih banyak informasi dengan dunia agar kita semua dapat bereaksi secara tepat dan sesuai," ujar Rubio dalam kunjungannya ke Islandia.
Sebelumnya, para pejabat Rusia telah menekankan pemeriksaan postmortem tidak mendeteksi adanya penyakit pes pneumonik.
Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, mengatakan pada Senin (5/10) bahwa inspeksi oleh komisi ahli khusus Rospotrebnadzor di wilayahnya menyimpulkan bahwa "penyebab kematian adalah pneumonia dengan etiologi yang tidak diketahui".
Lembaga pengawas kesehatan itu, menurut Kobzev, telah menetapkan bahwa "tidak ditemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaan wanita muda itu dalam sampel biologisnya".
Kobzev menambahkan bahwa tidak ada "kasus baru pada staf dari institut anti-pes yang mencari pertolongan medis" sejak kematian itu terjadi.
Trump mengomentari demo pelajar yang diwarnai kericuhan di Prancis, dengan nyaris 500 orang ditangkap. Tanpa memberikan bukti, Trump mengaitkan gelombang protestasi massal itu dengan isu migrasi dan agama Islam.
"Apa yang terjadi di Prancis tidak lain adalah migrasi massal yang tak terkendali," sebut Presiden AS itu dalam unggahan di media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP.
"Ini bukan soal sekolah, ini soal Islam yang ingin mengambil alih sebuah negara yang dulunya hebat!" klaim Trump, tanpa memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya.