NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mendorong penguatan keamanan dan ketahanan siber nasional menyusul serangkaian serangan siber yang menimpa sejumlah perusahaan dan penyedia layanan digital di Jepang.

Legislator bidang pertahanan dan informatika itu menilai Indonesia perlu memberikan perhatian lebih besar pada ketahanan siber. Upaya tersebut diperlukan agar sistem dan layanan tetap berfungsi ketika terjadi gangguan.

“Kalau ada sistem yang berhasil diserang, dampaknya harus bisa dibatasi dan pelayanannya segera dipulihkan. Jangan sampai satu serangan melumpuhkan banyak layanan sekaligus,” kata Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia mencontohkan ketergantungan perusahaan dan lembaga pada penyedia infrastruktur digital yang sama. Ketika satu penyedia mengalami gangguan, dampaknya bisa dirasakan oleh banyak pengguna sekaligus.

Karenanya, keamanan infrastruktur digital strategis, kemampuan mendeteksi dan menangani serangan, serta kesiapan sistem cadangan dan pemulihan layanan perlu ditingkatkan. Selain itu, pengembangan tenaga ahli keamanan siber dan latihan menghadapi serangan berskala besar juga perlu terus ditingkatkan.

“Kita punya banyak sektor penting yang sekarang sangat bergantung pada sistem digital, mulai dari telekomunikasi, energi, perbankan, transportasi, kesehatan, sampai pelayanan pemerintahan. Semua harus punya kesiapan yang baik,” ucap dia.

Serangan siber di Jepang baru-baru ini, menurut Sukamta, menjadi peringatan bagi Indonesia bahwa kemajuan teknologi dan infrastruktur digital tidak serta-merta membuat suatu negara terbebas dari ancaman siber.

“Serangan siber sekarang bukan hanya soal pencurian data atau gangguan komputer. Dampaknya bisa merembet ke kegiatan industri, distribusi barang, transaksi ekonomi, bahkan pelayanan publik. Kita harus benar-benar menyiapkan diri menghadapi ancaman seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan keamanan dan ketahanan siber membutuhkan kerja sama pemerintah, lembaga keamanan siber, operator infrastruktur, dunia usaha, dan perguruan tinggi.

“Digitalisasi harus terus kita dorong karena manfaatnya besar bagi kemajuan bangsa, tetapi semakin tinggi ketergantungan kita pada teknologi digital, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menjaganya. Infrastruktur digital Indonesia harus aman, kuat menghadapi serangan, dan cepat pulih ketika terjadi gangguan,” katanya.