"Jangan sampai konflik bersenjata ini membahayakan jemaah umrah kita. Masyarakat Indonesia yang datang ke Tanah Suci harus bisa menjalankan ibadah dengan aman dan tenang. Karena itu, penghentian serangan menjadi hal yang sangat penting," katanya.

Sebelumnya, Otoritas pertahanan sipil Arab Saudi merilis peringatan 'potensi bahaya' untuk empat provinsi di bagian barat wilayahnya, termasuk kota suci Makkah, pada Sabtu (24/10) waktu setempat. Alasan di balik peringatan bahaya itu tidak diungkap ke publik.

Peringatan bahaya itu, seperti dilansir AFP, Sabtu (24/10), juga mencakup Jeddah yang merupakan kota besar di tepi Laut Merah, kemudian Taif, dan pusat industri minyak pesisir Yanbu. Peringatan bahaya itu telah dicabut beberapa menit setelah dirilis. Peringatan bahaya itu menginstruksikan warga setempat untuk 'segera menuju ke tempat aman terdekat'.

Pada Rabu (21/10), Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan bahwa pertahanan udara mereka telah mencegat dan menghancurkan setidaknya lima drone yang terdeteksi mengarah ke Wilayah Timur Saudi dan ke kota suci Madinah.

Terbaru, beberapa bagian dari rudal Houthi yang dicegat Saudi jatuh di Wadi Al-Mughammas, yang berjarak 20 kilometer dari Masjidil Haram di Makkah, yang merupakan tempat paling suci bagi umat Islam.