Penilaian terhadap seorang pejabat tidak cukup hanya melihat latar belakang atau jabatan sebelumnya, tetapi juga kompetensi, integritas, kemampuan memimpin, dan hasil kerja setelah menerima amanah.

Maka dari itu, dia menyatakan reshuffle ini tidak boleh hanya sekadar pergantian orang, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat kinerja pemerintahan.

Para pejabat yang baru dilantik perlu segera bekerja dan menunjukkan capaian yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Selain sejumlah menteri dan wakil menteri yang berganti, menurut dia, Presiden juga melakukan perubahan pada posisi strategis Kapolri.

Menurut dia, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kepolisian dan sebelumnya memimpin Badan Narkotika Nasional. Pengalaman tersebut tentu menjadi modal dalam menjalankan tugas.