"Memang angka 4 atau 5% ini yang paling kuat. Tetapi saya belum tahu, kalau sudah diputuskan atau belum. Kalau 7% mungkin terlalu tinggi. 4% atau 5%," kata dia.
"Saya pikir ini sesuatu yang masih sangat masuk di dalam rasio kita. Karena di beberapa negara pun juga menggunakan angka yang sama," tambahnya.
Sebelumnya, Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar pertemuan tadi malam. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas kerja sama, dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga rencana pembahasan RUU Pemilu.
Pertemuan digelar di DPP Golkar, Jakarta Barat, Senin (14/9). Hadir dalam pertemuan yakni Ketum Golkar Bahlil Lahadalia dan jajaran Golkar serta Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf dan jajaran PKS.