Koperasi tersebut menaungi lebih dari 2.000 peternak dengan populasi sekitar 8.700 sapi perah lokal. Potensi itu ditinjau langsung oleh Komisi IV DPR RI bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
Kunjungan kerja tersebut bertujuan melihat rantai pasok susu dari hulu hingga hilir secara langsung. Koperasi ini tidak hanya menampung susu, tetapi juga menyediakan pakan dan layanan kesehatan ternak.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda memaparkan produksi susu dalam negeri baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional.
Sebanyak 80 persen kebutuhan susu dalam negeri lainnya masih harus dipenuhi melalui skema impor. Untuk menekan angka impor tersebut, pemerintah menargetkan penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah hingga 2029. Kementerian Pertanian juga menyiapkan skema pembiayaan, subsidi uang muka, asuransi ternak, serta modernisasi peralatan pemerahan.