NADIKABAR.COM — Komisi IV DPR RI menyoroti pentingnya kelancaran distribusi beras dari produsen hingga konsumen di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur untuk menjaga ketersediaan dan harga pangan di pasaran.
"Kita memastikan beras ini didistribusikan dari produsen dan juga dari Bulog ke pasar itu secara efektif dan efisien dan dari situ disalurkan lagi ke pengecer-pengecer dan juga nanti sampai ke masyarakat," kata Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto saat memantau ketersediaan dan harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Jumat.
Menurut Titiek, keberadaan stok beras yang cukup harus diikuti dengan sistem distribusi yang berjalan baik.
Dengan demikian, pasokan dapat sampai ke berbagai pasar dan konsumen tanpa hambatan.
Setelah berkunjung dan berbincang dengan penjual beras, Titiek menyebut saat ini beras yang berasal dari sentra produksi, termasuk Jawa Barat dan Jawa Tengah dapat masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang.
"Hasil kami lihat tadi stoknya kami wawancara dengan pemilik-pemilik kios ini bahwa stok berasnya lancar, ada yang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan harganya pun oke baik," katanya.
Selain itu, Titiek menilai ketersediaan beras juga masih mencukupi dengan harga yang terjangkau.
Menurut dia, kelancaran perputaran beras di Pasar Induk Beras Cipinang menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan di tingkat pasar.
"Alhamdulillah sekali semua stoknya luar biasa, di belakang ini gudangnya setiap kios-kios punya stok yang banyak dan yang penting perputarannya bagus. Ini tandanya ekonominya meningkat, orang bisa beli beras, bisa menyerap beras dari pasar induk ini," jelas Titiek.
Titiek melihat perekonomian di Indonesia sudah membaik jika dilihat dari mampunya masyarakat membeli beras.
"Kalau pasar beli banyak kan berarti yang beli konsumennya juga banyak, karena dia beli, ya ini menandakan bahwa perekonomian sudah membaik masyarakat bisa mampu untuk membeli beras ini," ucapnya.
Selain distribusi, Titiek juga memastikan kualitas beras yang dijual di PIBC melalui pemantauan langsung ke sejumlah kios.
Ia mengaku selama berkunjung tidak menemukan beras dalam kondisi buruk selama di kawasan pasar induk tersebut.
"Tadi dari kita keliling tidak ada beras berkutu, semuanya baik, walaupun sesuai dengan kualitasnya masing-masing," katanya.
Titiek mengatakan variasi kualitas dan harga memberikan pilihan bagi masyarakat untuk membeli beras sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi beras dapat menjaga kelancaran pasokan sehingga masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga terjangkau dan kualitas yang sesuai.