"Selain itu, Indonesia perlu memiliki Petroleum Fund sebagai cadangan masa depan generasi bangsa dari hasil migas," ucapnya.
Sementara itu dalam kesempatan sama, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M. Kholid Syeirozi menilai dibutuhkan perbaikan tata kelola hulu minyak dan gas bumi (migas) untuk meningkatkan lifting nasional.
"Diketahui, cadangan minyak nasional terbukti hingga tahun 2025 tersisa 2,3 miliar barel. Sementara prospek hidrokarbon Indonesia, dari 128 cekungan sedimen (basins) terdapat 68 cekungan yang belum dieksplorasi, baru 20 cekungan yang menopang produksi migas nasional," katanya.
Adapun, cadangan terbukti merupakan jumlah minyak yang berdasarkan data geologi memiliki tingkat kepastian tinggi untuk dapat diproduksikan secara ekonomis.
Sedangkan, Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Indonesia Prof. Eko Prasojo mengatakan pembentukan kebijakan dalam semua sektor, termasuk migas sejak awal harus memikirkan implementasi kebijakan agar tidak terjadi failure by design.