"Guna memitigasi karhutla kami juga membuat sumur di area rawan kekeringan untuk menjamin ketersediaan pasokan air saat penanganan kebakaran," kata dia.
Ia mengatakan dari target 12 sumur, saat ini sudah terbangun delapan titik yang airnya sudah keluar dan siap digunakan. Di mana pembuatan sumur diprioritaskan pada wilayah tengah hingga utara TNWK karena kondisinya cenderung kering dan sulit akses air.
"Untuk sumur-sumur yang belum jadi kami targetkan dirampungkan dalam waktu dekat karena kehadiran sumber-sumber air baru ini diharapkan dapat memangkas risiko karhutla secara signifikan sekaligus mendukung upaya pemulihan ekosistem Way Kambas secara berkelanjutan," kata dia.