Lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan agenda tersebut akan mencakup isu-isu keamanan internasional, serta diskusi mengenai peningkatan kerja sama dan kemampuan militer pertahanan.

Perjanjian Pertahanan Makkah dirancang serupa dengan prinsip pertahanan NATO: serangan terhadap satu anggota dapat dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Pembentukan aliansi ini dipicu oleh eskalasi perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

Aliansi ini menggabungkan kekuatan strategis di tiga kawasan tergabung, yakni Turki sebagai kekuatan militer kedua di NATO, Pakistan sebagai satu-satunya negara muslim yang memiliki senjata nuklir, dan Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia.