NADIKABAR.COM — Kepala SD dan guru terekam CCTV sedang indehoy di dalam ruang guru di sekolah Pekalongan. Tokoh masyarakat Kedungwuni, Pekalongan, Saim (46) menyebut CCTV dipasang oleh warga dan komite sekolah. Warga membeli CCTV itu dengan iuran.
"CCTV tersebut, dibeli secara patungan dengan biaya sekitar Rp 200 ribu," ungkapnya saat dihubungi NadiKabar, Selasa (8/9/2026).
CCTV yang digunakan, dikatakan, lanjut Saim, merupakan kamera portabel dan dipasang sekitar akhir Juli 2026 atau tepatnya sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS). Pemasangannya pun, tidak diketahui oleh kedua oknum ASN tersebut, bahkan di posisikan tersembunyi.
Warga inisiatif memasang CCTV karena curiga dengan hubungan kepsek dan guru tersebut. Dari pemantauan CCTV, komite sekolah kemudian menemukan dua rekaman yang dianggap menguatkan kecurigaan. Salah satu video yang dimaksud merupakan video yang beredar di masyarakat dan menjadi perhatian publik.
"Makanya dari komite sekolah ada inisiatif memasang CCTV itu untuk bisa mengambil bukti apa yang dilakukan keduanya," ujarnya.