Indah menambahkan, pihak sekolah meminta agar pengiriman MBG dihentikan sementara hingga penyebab kejadian tersebut diketahui dan ada kepastian mengenai keamanan makanan.

"Kami sementara meminta ditunda dulu. Anak-anak dan orang tua juga masih trauma dengan kejadian ini," ungkapnya.

Dugaan kejadian serupa juga dialami 14 santri di sebuah pondok pesantren di wilayah Kalitengah. Para santri mengalami keluhan seperti nyeri perut, mual, muntah, diare, lemas hingga sesak napas.

Makanan yang diduga dikonsumsi para korban berasal dari SPPG Kalitengah. Berdasarkan informasi sementara, makanan berupa sayur, kuah dan roti dikirim pada pagi hari, kemudian sebagian baru dikonsumsi saat siang.

Meski demikian, penyebab pasti keluhan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan. Diperlukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan serta pemeriksaan terhadap proses pengolahan, penyimpanan dan distribusi makanan.

Faktor waktu tim redaksi makanan tiba dan dikonsumsi juga perlu diperiksa. Makanan yang berada terlalu lama pada kondisi penyimpanan yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme tertentu.