"Saya rasa upaya membenturkan mahasiswa dengan kelompok-kelompok masyarakat itu bagian dari cara yang tidak boleh dilakukan, yang harus dilakukan sebetulnya adalah pemerintah merespons untuk memperbaiki kebijakan," kata Arie dalam jumpa pers di UGM, Rabu (2/9/2026).

"Saya khawatir ini akan menjadi model, kalau dibiarkan kekerasan ini bisa mengancam pada siapapun. Karena itu tidak ada toleransi untuk praktik-praktik kekerasan pada siapapun, pada mahasiswa, pada jurnalis, pada ormas apapun," imbuh Arie.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa mahasiswa di simpang Jendral Sudirman, Gondokusuman, Selasa (1/9) malam, ricuh. Aksi demonstrasi dari massa yang menyebut diri Aliansi Masyarakat Sipil yang awalnya kondusif berubah menjadi kericuhan setelah adanya pihak yang berusaha membubarkan aksi.

Diwarnai dengan perundingan alot, kelompok warga menyerang massa aksi, hingga personil dalmas diterjunkan, akhirnya aksi unjuk rasa mahasiswa di simpang Jendral Sudirman, Gondokusuman, dibubarkan paksa.