Ia pun berpesan kepada sesama penderita stroke agar tidak mudah menyerah dengan keterbatasan yang ada. Bagi Harry, produktivitas tetap bisa dijaga selama seseorang tahu batas kemampuan tubuhnya dan mau menjalani proses secara bertahap.
Dalam acara yang sama, Ketua Kawan Stroke Indonesia (KASI), Maria S. Rosa Shinta, turut menyampaikan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan penanganan stroke. Melihat banyaknya pasien yang hadir, ia berharap edukasi mengenai penyebab, gejala, hingga pencegahan stroke dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
"Banyaknya pasien bukan sesuatu terus terang saya merasa bukan sesuatu yang membuat saya senang. Karena dengan banyaknya pasien artinya semakin banyak orang yang mengalami sakit stroke dan artinya kita semakin banyak yang sakit," ujarnya.
Ke depannya, KASI juga berencana memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit setempat untuk mempermudah jangkauan fasilitas kesehatan bagi para pasien yang memiliki keterbatasan mobilitas. Kawan Stroke Indonesia sendiri sebuah komunitas nirlaba dan atau organisasi sosial di Indonesia yang berfokus pada pendampingan, edukasi, dan dukungan bagi para penyintas stroke beserta keluarga atau pendampingnya.