Fikri mengatakan Balai Besar POM (BBPOM) Mataram bersama Dinkes NTB telah mendatangi SPPG menguji sampel makanan yang meracuni ratusan siswa itu. Menurutnya, uji laboratorium terhadap sampel makanan bertujuan untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.
"Sekarang masih proses pengujian," katanya.
Sebelumnya, komite sekolah dan orang tua siswa SDN Beber, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, bersepakat menolak pemberian menu MBG secara permanen. Kesepakatan itu diambil setelah dugaan keracunan yang dialami 352 siswa pada Jumat (11/9) lalu.