Topan Champi, menurut Otoritas Cuaca Pusat Taiwan, diperkirakan akan memicu curah hujan hingga 90 cm dari Kamis (22/10) hingga Sabtu (24/10) waktu setempat, dengan wilayah timur laut Taiwan menjadi yang paling terdampak.

"Orang-orang harus waspada karena angin kencang dan hujan yang sangat deras akan terus berlanjut hingga paruh pertama hari esok," sebut Lu dalam pernyataannya.

Bersiap menghadapi Topan Champi, Otoritas Taiwan telah mengimbau warga menjauhi wilayah pesisir dan pegunungan, serta mengevakuasi penduduk di pesisir timur laut yang tinggal di dekat bendungan longsor yang berisiko jebol saat badai melanda. Hampir 1.000 penerbangan di Taiwan dan Jepang, dibatalkan sehingga memengaruhi ribuan penumpang.

Otoritas Taiwan membatalkan seluruh 262 penerbangan domestik dan lebih dari 660 penerbangan internasional yang dijadwalkan pada Jumat, menurut laporan media setempat. Layanan kereta api dan feri juga dihentikan sementara, sementara sejumlah ruas jalan raya ditutup menjelang datangnya badai kuat tersebut.

Langkah-langkah ini diambil ketika Taiwan bersiap menghadapi Topan Champi yang diperkirakan menerjang pulau itu dengan angin kencang dan hujan lebat.

Otoritas penanggulangan bencana Taiwan mengungkapkan, satu orang meninggal dunia pada Kamis setelah terseret ombak di Liuqiu, sebuah pulau karang kecil di barat daya pulau utama Taiwan. Dalam konferensi pers, pihak berwenang juga melaporkan bahwa topan tersebut telah menyebabkan 94 orang mengalami luka-luka, menurut dinas pemadam kebakaran setempat.

Otoritas mengatakan banyak dari korban luka mengalami cedera akibat kecelakaan lalu lintas dan terjatuh.