Saat itu, macan tutul tersebut dievakuasi dalam keadaan luka-luka dan membutuhkan penanganan intensif oleh ahli. Macan tutul, kemudian direhabilitasi di TS Cikembulan, hingga akhirnya sehat, dan kini bisa berjalan dan makan dengan lancar kembali.
Vitriana menjelaskan, setelah sekitar 7 bulan menjalani rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan, macan tutul jantan itu kemudian dipindahkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, di Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu (YCKT) yang berada di Sukabumi.
"Kalau Cikembulan kan dia taman satwa, jadi fokus kelolanya berbeda. Kalau lembaga seperti YCKT itu dia fokusnya sebagai pusat penyelamatan," katanya.
Dipindahkannya lokasi rehabilitasi macan tutul tersebut diharapkan agar penanganannya lebih optimal. Sehingga, ada harapan bagi hewan buas tersebut untuk bisa kembali dilepasliarkan di habitatnya.