Ia berharap pendampingan dan evaluasi dari KONI Pusat dapat membantu NTT mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PON 2028.

Laka Lena juga menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pada 15 Oktober dipilih untuk menegaskan kesiapan NTT melanjutkan persiapan PON setelah menghadapi bencana gempa bumi di Flores.

β€œHari ini bertepatan dua bulan. Kenapa dipilih tanggal 15 Oktober ini? Karena biar kita semua melihat bahwa dua bulan setelah gempa Flores, NTT siap menuju PON,” ujarnya.

Terkait penyebaran lokasi pertandingan, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen agar penyelenggaraan PON tidak hanya terpusat di Kota Kupang, tetapi juga melibatkan sejumlah kabupaten.

Selain Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, beberapa daerah yang direncanakan menjadi lokasi pertandingan antara lain Sumba Timur, Sumba Barat, Rote Ndao, Alor, Ngada, Sikka, Labuan Bajo, dan Ende.

Menurut Melki, pemerintah kabupaten menunjukkan antusiasme untuk menjadi tuan rumah cabang olahraga. Namun, penetapan cabang olahraga dan lokasi pertandingan tetap menunggu keputusan KONI Pusat berdasarkan hasil evaluasi serta kelayakan venue.