"Saya minta target yang terukur dan realistis. Dalam waktu dua tahun tersisa, mari kita lihat apakah waktu tersebut cukup. Jika tidak, cari jalan keluar dan solusinya," ujar Hidayat.

Guru besar bidang keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu juga menekankan pentingnya kerja keras, integritas serta kesiapan finansial dan operasional untuk mendukung pencapaian prestasi olahraga Jakarta.

Menurutnya, menjadi juara umum PON 2028 harus dibarengi komitmen dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan olahraga. Setiap pihak dituntut mengambil peran dan tanggung jawab sesuai kapasitasnya.

"Keberhasilan hanya bisa diraih melalui komitmen dan kerja bersama, bukan sikap pasrah atau saling mengandalkan," katanya

Dalam persiapan menuju PON XXII/2028, KONI Jakarta tetap menerapkan standar kualifikasi yang ketat berbasis prestasi. Meski DKI Jakarta menjadi salah satu tuan rumah PON 2028, seluruh cabang olahraga tetap diwajibkan mengikuti tahapan kualifikasi.