Dua medali emas tersebut diraih oleh Sandyarto Faroza di kelas 86 kilogram putra dan Jorgi Aldri Jamco di kelas 63 kilogram. Sandyarto menang melalui Referee Stops Contest (RSC) pada ronde pertama saat menghadapi petinju asal Sulawesi Selatan. Sementara itu, Jorgi keluar sebagai juara di kelas 63 kilogram.

Kejuaraan yang berlangsung pada 19-25 Oktober 2026 tersebut resmi ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pluit Village Mall, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10).

Kejuaraan yang digelar oleh Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Nasional (PP Pertina) itu diikuti ratusan atlet dari 35 provinsi di Indonesia, yang akan bertanding dalam tiga kategori, yakni Junior, Youth, dan Elite.

Benny menyebutkan dua emas dan lima perunggu itu lahir dari kategori Elite, satu perunggu kategori Youth, serta satu perunggu kategori Junior.