Sementara itu, Ketua Umum PB ABTI Zulfydar Zaidar Mochtar menyatakan siap menjalankan arahan KONI Pusat, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mencapai target prestasi terbaik.
Ia menegaskan keberhasilan pengembangan bola tangan nasional membutuhkan kerja sama seluruh jajaran organisasi, mulai dari pengurus pusat, pengurus provinsi, hingga pengurus kabupaten/kota.
Saat ini, PB ABTI telah memiliki kepengurusan di 28 provinsi yang menjadi modal untuk memperluas pembinaan dan menjaring atlet potensial di berbagai daerah.
“Upaya ini tidak bisa kami lakukan sendiri. Pengprov, pengurus kabupaten/kota, dan PB harus bekerja sama. Itulah modal kami dalam membangun atlet. Kami harus bekerja sama menyatukan bangsa ini lewat bola tangan Indonesia,” kata Zulfydar.
Untuk memperkuat pembinaan, PB ABTI menyiapkan sejumlah program, antara lain pelatihan wasit dan pengembangan liga pelajar yang dimulai dari daerah. Program tersebut akan dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026, yang berlangsung hari ini, untuk menyusun agenda kerja 2027.